Bagi para nasabah bank BCA, tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama FLAZZ
BCA. Ya, “dompet elektronik” yang merupakan terobosan terbaru dari pihak BCA tahun 2009 lalu. Tujuan sederhana diadakannya produk ini adalah untuk memudahkan transaksi yang sifatnya daily dan tidak terlalu besar jumlahnya. Misalnya membayar parkir dan beberapa public service lainnya yang sudah bekerja sama dengan BCA dalam mengadakan merchant2 Flazz ini. Sedangkan untuk tujuan jangka panjangnya, menurut saya, yaitu mengubah mindset kita sebagai masyarakat dalam bertransaksi. Dunia cashless sudah mulai populer di luar Indonesia dan BCA tampaknya hendak membawa euforia itu. Saratnya? Simpel, semua masyarakat Indonesia harus sebagai nasabah bank. Dengan begitu, komunitas cashless akan segera terwujud.

Okay, itu sajian pembuka dari saya. Sesuai topik tulisan kali ini, saya akan coba mengulas produk teranyar Flazz BCA ini. Namun, sebelum masuk ke inti permasalahan, saya buka terlebih dahulu kulitnya.

Bunga
Apa sih tujuan utama para nasabah hendak menyimpan hartanya kepada bank? Selain alasan keamanan, tentunya ada alasan lain dan biasanya alasan ini menjadi biang keladi si A ogah-ogahan menjadi nasabah Bank X. Alasan itu adalah bunga. Bukan bunga mawar, melainkan bunga tahapan. Ya, bank akan memberikan bunga (keuntungan sekian persen dari tabungan) kepada nasabah yang bersangkutan. Misalnya suku bunga bank X sebesar 6% per tahun dan si nasabah melakukan penyimpanan ke bank X sebesar 1 juta, maka dalam 3 bulan ke depan jumlahnya menjadi :

Bulan 0 : Rp. 1.000.000
Bulan 1 : Rp. 1.005.000
Bulan 2 : Rp. 1.010.025
Bulan 3 : Rp. 1.015.075

Artinya, pada setiap bulan berikutnya, maka jumlah saldo si nasabah akan mendapatkan tambahan sebesar (6% / 12 bulan) = 0.005 dari saldo nya. Jadi, 0.005 dari 1 juta adalah 5 ribu, sehingga untuk bulan pertama saldonya menjadi 1 juta + 5000 rupiah = 1 juta 5 ribu rupiah. Untuk perhitungan bulan berikutnya, saldo yang digunakan bukanlah 1 juta lagi, melainkan saldo terakhir. Mengerti? Kalau belum, silahkan baca ulang :D

Prinsip Kerja FLAZZ
Berhubung saya adalah penulis yang malas, maka silahkan lihat-lihat dulu ke sini untuk informasi resmi dari BCA mengenai cara kerja Flazz nya. Di sana tertuliskan 4 kata lebay yaitu Cepat, Praktis, Mudah, dan Murah. Untuk poin 1, 2, dan 3 saya setuju. Namun, masalah timbul pada poin 4. Yaitu murah. Penjelasan dari mereka adalah penggunaan Flazz ini murah karena tidak ada beban / biaya administrasi, tidak seperti hal nya penggunaan kartu kredit maupun debit BCA. Selain itu, begitu proses top-up berhasil, maka kartu Flazz anda akan terisi sesuai nominal yang anda mau sedangkan saldo pada bank Anda otomatis romantis akan berkurang sesuai nominal yang anda isi untuk kartu Flazz. Jadi sudah benar-benar seperti dompet yang diisi dari uang jajan hasil kerja keras orang tua. Anggap saja para ortu adalah Bank sedangkan Anda adalah nasabah yang melakukan top-up pada dompet Anda. Dompet Anda terisi, saldo ortu juga berkurang. Got it? Baca lagi kalau belum ngerti . . . :D

OK. 2 poin di atas sudah cukup untuk membawa kita ke inti permasalahan topik ini. Untuk mempermudah pemahaman, saya buat skenario yang simpel. Anggap kita punya saldo sebesar 5 juta di Bank BCA. Suku bunga yang berlaku saat ini sebesar 2% per tahun (sumber ada di sini). Nah, untuk 3 bulan ke depan, saldo kita akan menjadi sekitar Rp. 5.025.543, 374565. (belum dipotong biaya administrasi per bulan sesuai jenis kartu debitnya).

Lantas, pada bulan ke 4, kita melakukan top-up ke Flazz kita sebesar 500 ribu. Berarti saldo kita akan berkurang menjadi 4, 5 juta – dengan hitungan kasar tanpa bunga (biasa, malas ngitung :P ). Okay, sekarang kita punya 4,5 juta di tangan kanan dan 500 ribu di tangan kiri. Totalnya sama aja kan 5 juta? Setuju? Yang gak setuju silahkan tutup browser !!

Sebelum saya paparkan resume nya, bagi anda yang tergolong orang kaya yang tidak memikirkan bunga tahapan dan hanya memikirkan gengsi dan kualitas, silahkan tutup browser. Tulisan berikut adalah tulisan untuk masyarakat kecil yang mengharapkan penambahan bunga tahapan pada bank, seperti saya :D

Back to the scenario, walaupun kita punya total uang Rp 5 juta, tetapi yang dihitung untuk penambahan bunga hanyalah sebesar Rp 4,5 juta saja. Kenapa? Soalnya yang terdaftar di saldo sudah merupakan hasil pengurangan terhadap proses top-up yang baru kita lakukan. Rp 500 ribu pada Flazz adalah uang offline. Artinya ia tidak terdapat pada server bank melainkan sudah embedded pada chip Flazz kartu anda. Ruginya di mana? Rugi nya yaitu jika 500 ribu pada Flazz itu sama sekali gak pernah di pakai atau gak habis dalam waktu 1 bulan. Misalnya tersisa 200 ribu lagi pada akhir bulan, nah 200 ribu ini tidak masuk ke perhitungan bunga bulanan. Sayang banget bukan?

Okay, sekian analisa penggunaan kartu Flazz BCA beserta implikasinya kepada saldo normal yang dikaitkan dengan bunga tahapan dari saya. See ya next time ^^

Muncul pro dan kontra ketika Presiden Indonesia terpilih, Bapak SBY, memandatkan kepada Presiden partai PKS – Tifatul Sembiring, untuk menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi. Bagi yang pro, mereka kemungkinan memandangnya dengan cara ‘berikan ia kesempatan, saya percaya bahwa setiap orang layak diberi kesempatan’. Ada juga yang kontra dengan cara memandang yang berbeda. Dominan mereka melihatnya melalui track record Tifatul yang masih minim pengalaman di bidang IT – walaupun beliau jebolan kampus berbasis IT di Indonesia. Dan bagi mereka yang kontra, mereka gencar menyebutkan nama seperti pegiat IT Indonesia sekaliber bapak Onno W. Purbo yang sepantasnya menjabat posisi itu.

Lantas, kenapa pak SBY ‘ogah’ milih Onno W. Purbo? Apa beliau tidak mengetahui kebesaran nama pak Onno ini di bidang IT Indonesia (yang kalau boleh gw sebut, lebih merakyat karena beliau pro Open Source) ? Gw gak tau. Tapi klo sedikit digelitik, mungkin pak SBY udah terlanjur goyah pendiriannya lantaran belakangan ini PKS merasa tidak dihargai seusai kemenangan PD. Sebagai informasi, PKS lah yang lebih dahulu merapat untuk berkoalisi dengan PD. Namun, belakangan muncul wacana bahwa mereka tidak diperhitungkan ketika SBY menyusun KIB Jilid 2. Dan untuk mengatasi rumor yang berkembang seperti itu, pak SBY langsung memberi mandat kepada orang nomor 1 dari partai PKS itu. Jadi, gw gak tau. Entah ini karena alasan politis atau karena apa. Yang jelas gw sangsi dengan keputusan ini.

Lantas, kenapa gw katakan ia layaknya Sniper? Berdasarkan informasi dari detik, gw langsung kagum dengan pernyataannya ketika resmi menduduki posisi itu. Layaknya sniper, ia langsung membidik sasaran empuk di bidang alokasi dana ICT di daerah. “Pemda tidak boleh terima uang tunai”. Pernyataan yang tajam dan gw salut dengan langkah ini. Andaikata gw memiliki jabatan Pemda itu, pasti gw langsung berang mendengar pernyataan itu. Iyalah coi, gak ada lagi kesempatan untuk merauk keuntungan dari dana segar ICT untuk daerah itu.

Dana segar ini lebih cocok diberikan kepada lembaga atau kelompok yang profesional dalam hal ICT ini. Misalnya, untuk menghadirkan 500 komputer di satu desa, kalo gw sih, gw bentuk kelompok dari para pemilik warnet, tukang rakit PC dan jaringan, dan memberikan dana itu kepada mereka. Toh mereka yang lebih ngerti berapa harga satuan barang, lebih baik rakitan atau beli jadi, proses instalasi butuh waktu berapa lama, dan sebagainya. Mereka yang lebih mengerti secara teknis sehingga lebih efektif dan efisien. Lain halnya jika dana itu diberikan kepada Pemda.

For this movement, gw salut buat bung Tifatul ini. Langkah yang sebelumnya gak pernah terpikirkan oleh gw.

Ampun gw sama negara Indonesia ini pada umumnya dan suatu partai ternama dan besar pada khususnya. Ada yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa budak, bangsa yang memang layak untuk dijajah, ataupun bangsa yang masih trauma akan penjajahan 350 tahun oleh Kolonialisme Belanda sehingga menjadi bangsa yang penakut bin pengecut kaya’ kancut.

Seorang residivis, mantan penghuni penjara Nusa Kambangan, pernah menjabat posisi ‘terhormat’ di negeri ini sebagai koruptor, dan pernah main petak-umpet dengan polisi di Tanah Air ini dengan memerankan sebagai seorang aktor penting dalam sebuah laga untuk genre investigasi – buronan. Setelah orang biadab ini bebas, maka ia pun mencalonkan dirinya menjadi Ketua Umum sebuah partai besar di negeri ini, Partai Golkar. Ia merasa layak dan memenuhi syarat untuk maju menduduki kursi panas itu. Dan ketika ditanya apa yang ia janjikan bila terpilih nanti (otomatis akan menjadi kandidat calon Presiden pada ‘pertarungan’ 2014 nanti), maka ia pun berkata : “Saya akan memajukan negara ini. Memajukan bidang pertanian . . . (blablabla)”.

Sadarlah Indonesia. Bahwa kita sedang membusuk dari dalam. Mengapa saya mencela bangsa yang menjadi tempat kelahiran saya sendiri ini? Mau bagaimana lagi dan tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kita benar-benar bangsa penakut. Bangsa yang miskin dan norak akan uang. Bangsa yang dipenuhi oleh para penyair puisi sehingga bisa memaniskan setiap wacana yang negatif ke media massa. Lagi dan lagi, kenapa saya berani mengatakan ini? Tidak lain karena sejumlah kasus yang marak terjadi beberapa hari belakangan ini. Termasuk Bank Century, pelantikan DPR, dan sekarang – sesuai topik artikel ini, tentang majunya seseorang yang kaya raya untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar namun orang tersebut adalah mantan KORUPTOR !!!

Lihatlah media massa sekarang. Layaknya ingin mengejar popularitas rating (maaf TV One), dengan asik mereka menyorot muka orang bajingan tengik itu sehingga memenuhi layar televisi saya. Tapi terima kasih kepada TV One, berkat profesionalitas anda, saya jadi tau bahwa banyak juga ‘orang miskin’ di parlemen sana yang ikut tepuk tangan ketika orang itu (tersangka artikel ini) berpidato tentang visi misi nya untuk Indonesia. Ada juga ternyata yang mendukung seorang residivis untuk maju ke dalam pentas politik. Dan 1 hal kini telah terbukti, siapa pun orangnya, apapun latar belakangnya, sejelek apapun ia, asalkan ia kaya raya, maka akan selalu ada tempat untuknya. Yah, terbukti sudah anggapan-anggapan di atas. Kita bangsa murahan. Makan tuh GOLKAR !!! Boomerang buat lo kalo orang kaya dia lolos seleksi !!!

-Sekali tikus tetaplah tikus. Takkan pernah ia menjadi monyet-

alamakjang...ckckckckLagi dan lagi, Indonesia bikin sensasi. Setelah bapak SBY terpilih kembali menjadi Presiden Indonesia periode 2009-2014, dengan bacotan-bacotan kampanye nya, kini ia pun bungkam setelah duit negara digelontorkan begitu saja untuk Bank Century sebesar 6,7 Trilyun rupiah dan kurang lebih 50 Milyar rupiah untuk pelantikan DPR dalam periode yang sama (periode 2004 hanya memakan 6-7 Milyar). Ironisnya, Tasikmalaya baru terkena gempa dan banyak korban yang berjatuhan. Dan yang lebih parah lagi, informasi yang baru saya terima pagi ini dari Pro 2 FM (9 September 2009), ada 2 orang ibu yang terpaksa ‘disandera’ oleh pihak Rumah Sakit karena tidak mampu untuk membayar biaya yang dibutuhkan untuk persalinan.

OMG !! Kenapa sih si anggota DPR itu gak patungan aja untuk menutupi biaya rumah sakit yang diperlukan ibu-ibu itu? Biaya yang dibutuhkan paling-paling sebesar 20 juta rupiah, sementara biaya pelantikan mereka bagaikan langit dan bumi. Begitu juga dengan 6,7 Trilyun yang dialokasikan untuk Bank Century. Mendingan duitnya dikasi buat nambahin belanja negara dalam hal pertahanan negara. Misalnya memperbaiki pesawat tempur yang rusak, mengganti yang sudah tidak layak terbang, atau me-remajakan rel kereta api sehingga meminimalkan tingkat kecelakaan, dan lain-lain yang lebih bermanfaat.

Semoga BPK dan KPK siap tempur dan diberikan kuasa oleh Allah SWT untuk menghadapi DPR, Gubernur Bank BI, Menteri Keuangan, dan pihak terkait lainnya yang bersembunyi di ketiak SBY.

NB: maaf, lagi puasa. Jadi gak pake kata-kata yang pedas.

Oon banget dah emang pemimpin-pemimpin di atas kursi dan di bawah cicak sono. Kali ini gw mau kritik mampus MUI – Majelis Ulama Indonesia yang entah organisasinya sekarang maen petak umpet ato gimana. Heran gw kok bisa sih iklan JODOH premium via sms dibawakan oleh pria Islam? Kalo gak salah tuh cwo bacot2 kyk gini: “ungkap jodoh anda melalui saya ketik reg blablabla”. Moga2 MUI menindak tegas iklan ini ke instansi terkait. Walopun embel2 di bawahnya yang ditulis kecil banget kayak upil “ini adalah layanan hiburan”, tapi tetep aje konten nya menyesatkan. Celaka neh klo diliat ama anak2 ABG yang lagi doyan jatoh cinta tapi keluarganya gak punya benteng yg kuat ttg keimanan beragama.

Dan bagi orang yang menjadi pemerannya, sori bro, entah lo gak punya cara laen buat nyari duit ato emang pgn nyari sensasi, moga2 lo tobat sebelum kepentok tiang listrik !!!

-r3in-

Dari koran Republika di bagian Koran Pemilu disebutkan bahwa Muhammadiyah mendukung JK dalam PilPres 2009 8 Juli nanti. Pada bagian bawah artikel disebutkan bahwa Muhammadiyah tidak pernah pro terhadap salah satu kandidat dan bersikap netral, namun hanya JK yang masuk kategori layak dari mereka. Dari 3 pasangan capres, hanya JK yang mendatangi Muhammadiyah.

Selain itu disebutkan pula bahwa JK diberi amanat untuk menegakkan agama Islam dan tegas terhadap segala bentuk penistaan dan penyesatan agama. Ini menjadi indikasi bahwa Muhammadiyah tidak puas dengan SBY di sisi isu agama (Ahmadiyah).

Dan seperti yang pernah saya singgung beberapa tahun lalu pada artikel ini, SBY kemungkinan akan kehilangan kredibilitasnya di mata Muhammadiyah. Din Syamsudin yang pada artikel tersebut saya cuatkan namanya yang ikut pro terhadap pemerintahan, kini akhirnya banting setir ke JK.

Hmmmm, makin panas neh… Gak sabar nunggu hasilnya. Jika JK bisa menang, salut saya. Namun jika SBY yang menang, ditengah maraknya dugaan2 ke-tidaknetralan KPU, yahh… cuma pasrah aja dah.

Pada bagian pertama, seakan-akan gw membungkus JK dengan bungkusan parcel lebaran. Kali ini gw bungkus dia dengan bungkusan nasi padang. Lagi dan lagi gw nemuin iklan mencret. Kali ini datang dari Capres dan sekaligus Wapres saat ini, Jusuf Kalla. Apa iklan mencret nya komandan? Begini pasukan, dia ngomong di iklan itu bakal menjanjikan dana bantuan sebesar 3 juta hingga 20 juta rupiah BAGI PENGANGGURAN dan LULUSAN DIDIK YANG TIDAK MAMPU UNTUK BEKERJA. Waw, 3 juta hingga 20 juta Jendral? Yup.

Tolong diingat, negara kita saat ini sedang giat-giatnya membayar hutang luar negeri bukan? Nah, menurut penciuman amatir gw (sebenernya sih dari Hardiboi – u’re the boi man… J), dari mana yak kira-kira JK mendapatkan dana untuk programnya itu? Apa jangan-jangan gali lubang tutup lubang? Entahlah… Again, berhati-hatilah.

Durasi Iklan
Nah, yang luput dari pandangan kita semua rata-rata yaitu durasi iklan. Perhatikan durasi iklan dan konten nya. Tahukah anda bahwa iklan itu sangat mahal harganya? Belum lagi konten yang ada di dalamnya di mana terdapat proses taking, editing, dan lainnya termasuk ngerjain si kameramen untuk ambil gambar berulang-ulang kalo gak sesuai dengan naskah si tim sukses…. Hahahha… Ingat, kita ini masih manusia. Masih ada rasa tamak di dalam diri kita. Mungkin kita merelakan uang 1000 rupiah yang terjatuh di jalan misalnya. Tapi jika uangnya 1000 kali lipat bagaimana? Hayooo……pada ketauan siapa yang mata nya jadi ijo sekarang… Wkwkwkkw. Maksudnya apa komandan? Begini pasukan, para tim sukses pasti mengeluarkan banyak uang. Nah, pasti ketika terpilih bukan tidak mungkin mereka berusaha untuk “balik modal” dulu. Ngerti gak, pasukan? Kalo ngerti gw angkat jadi kapten deh…

KPU Seakan Tidak Netral
Pertama yaitu ketika acara debat yang disiarkan oleh RCTI dan di-relay ke stasiun televisi lainnya termasuk TVRI dan TV One, semestinya KPU harus bersikap netral. Jangan ada satu pun iklan dari masing-masing capres. Biarkan selama jam tayang debat tersebut iklan-iklan yang ada bebas dari kampanye elektronik mereka. Sudah begitu, porsi nya itu loh… Mpe eneg gw liat iklan-iklan yang pura-pura miskin. Zzz… Masih mending pura-pura kaya deh, miskinnya lebih kecium. Hahahhahaa…

Yang kedua yaitu tragedi spanduk (sosialisasi) yang seakan-akan kita diarahkan untuk mencontreng SBY pada tanggal 8 Juli nanti. KPU sebenernya terdiri dari orang-orang pintar. Mustahil mereka gak ‘ngeh’ terhadap racun publik ini. Jika mereka memang gak ngeh, jujur aja. Masih banyak tenaga muda bangsa ini yang siap untuk mengganti posisi mereka. Wah, repot donk Jendral? Saya rasa tidak pasukan. Sewa aja orang-orang yang ngerti Photoshop. Pasti mereka langsung ngeh begitu posisi tanda centang ada di tengah2. Hahahhaa… (ketauan dah busuknya).

Yang ketiga yaitu DPT. Mantap dah yang satu ini. Belum apa-apa sampai hari ini sudah ditemukan jutaan pemilih fiktif !!! (dari kompas yang gw baca). So, bisa diambil kesimpulan (pasti orang LSI yang jago statistik juga setuju dengan gw) bahwa indikasi kecurangan pada PilPres 2009 nanti sangatlah kuat.

Okay, sampai sini dulu update-an dari gw menjelang detik-detik Pemilu 2009. Mari kita sukseskan Pemilu ini. Jangan mau jadi korban serangan fajar klo mereka gak mau ngasi mobil sebagai sogokannya. Bersihkan otak anda dari artikel-artikel saya sebelumnya. Ingat, ini adalah subjektif dari pemikiran saya. Jangan dijadikan landasan untuk mengganti pilihan anda nanti.

Iklan politik dengan harga jutaan rupiah telah lama kita lihat sejak diberlakukannya masa kampanye pemilu 2009. Ada yang mengusung tema kenyataan lapangan (Prabowo Subianto is the best, JK nangkring di posisi 2), ada yang mengusung tema Lanjutkan (Absolutely, SBY is number One), dan ada juga yang mengusung tema optimasi produk dalam negeri (Lagi, JK dan Prabowo are the winners). Well, mereka menyajikan iklan tersebut sesuai tujuan politik mereka. Tidak dapat kita salahkan.

Namun, harap perhatikan iklan yang berbau busuk dan sesat menipu rakyat. Harap perhatikan kata-kata yang digunakan. Jangan nyampe kita mencret ke dua kalinya gara-gara termakan iklan dan pemanis kata-kata (serius, kalo gw disuruh ngerangkai kata-kata atau narasi iklannya, gw lebih baik dari si narator saat ini). Tanpa bermaksud menjelekkan nama baik seseorang atau sekelompok orang (atut ah ama UU ITE yang masih cacat :P ), simak penelusuran gw berikut ini:

N.B: awas terpancing dengan kata-kata gw. Apa yang gw tulis di sini adalah subjektif. So, jangan dijadikan landasan untuk banting setir (apa siiih?).

…Mengabdi Tidak Untuk Memperkaya Diri…
Awas, kata-kata ini mengandung tingkat kadar gula yang cukup tinggi. Perhatikan rumah Cikeas. Berapa duit yak itu??

…Datang dari kalangan rakyat seperti kebanyakan kita…
Nah, perhatikan kata-kata datang dari kalangan rakyat dan kita. Ketika si narator mengatakan kata-kata gula ini, perhatikan gambar yang disajikan. Apa tuh? Rumah pendopo? Hmmm, kira-kira rakyat tipe apa yak yang rumahnya berbentuk pendopo? Grrrr… (si singa siap menerkam)

…BBM diturunkan 3 kali…
Astaga… Pembodohan publik besar-besaran ini namanya. Hello pak Presiden ku sayang (lebai dikit ah biar gak dijerat UU ITE), itu harga BBM turun kan karena memang harga minyak dunia mengalami penurunan. Emangnya ente yang ngatur harga minyak dunia? Kalo iya, gw tepuk tangan. Nah, ini kan ente cuma kena imbasnya aja. Kemana angin berhembus kesitulah pucuk daun mengarah (bener gak sih ini pribahasa??). Jadi, jangan dijadikan power untuk memperkuat image anda di depan rakyat. Ciiiih… Semoga anggaran APBN untuk pendidikan yang gosipnya 20% itu akan mampu membuat anda terpeleset sendiri lantaran rakyatnya semakin pintar dalam mengolah statement politik. Saran gw buat kita semua, belajar lah kepada para pujangga karena mereka dapat menyingkap makna tersirat dari suatu pernyataan. Trust me!! Hahahaha

Posting ini akan terus di update begitu gw nemuin lagi iklan-iklan sampah seperti di atas hingga pemilu usai. Sementara itu, baca juga yang ini.

Hahaha, dah kayak tim KPU aja gw. Tapi terlepas dari judul ini, berikut adalah hasil pemantauan gw dari debat yang diselenggarakan KPU yang dimediasikan oleh TV One. Hasil penelusuran juga gw ambil dari sumber-sumber lain termasuk penilaian gw sendiri. Jadi, bacaan berikut sifatnya adalah subjektif.

Debat Putaran Ke 2 Cawapres – Isu Agama

Ada pertanyaan yang diajukan oleh moderator yang mengangkat isu agama. Pertanyaannya kurang lebih yaitu “di manakah seharusnya agama itu diletakkan di dalam kancah politik? Apakah ia di bawah, di samping, atau di atas politik?”. Pertanyaan ini diajukan untuk 3 cawapres, yaitu Prabowo, Boediono, dan Wiranto. Nah, gw gak nge bahas jawaban mereka, tapi ada yang bisa kita tarik dari statement mereka semua yang pada setuju bahwa agama berada di atas segalanya. Okay, sekarang mari kita bedah!!

Jika mereka mengatakan agama itu harus diatas politik, berarti bisa dikatakan mereka lebih takut kepada Tuhan YME bukan? Nah, berhubung Capres dan Cawapres kita Islam semua (tanpa bermaksud mendiskreditkan agama lain, maaf), maka seharusnya mereka mengerti bahwa agama Islam sangat melarang adanya suatu tindakan yang disengaja terhadap pelecehan agama Islam, termasuk di antaranya Musyrik atau menyekutukan Allah SWT. Berikut adalah penjelasan dari Wikipedia:

Musyrik adalah orang yang melakukan dosa syirik (berasal dari kata syarikah : persekutuan) yaitu mempersekutukan atau membuat tandingan hukum atau ajaran lain selain dari ajaran/hukum Allah. Syirik adalah akhlak yang melampaui batas aturan dan bertentangan dengan prinsip tauhid yaitu dengan mengabdi, tunduk, taat secara sadar dan sukarela pada sesuatu ajaran / perintah selain dari ajaran Allah.

Dalam Islam, syirik adalah dosa yang tak bisa diampuni kecuali dengan pertobatan dan meninggalkan kemusyrikan sejauh-jauhnya. Kemusyrikan secara personal dilaksanakan dengan mengikuti ajaran2 selain ajaran Allah secara sadar dan sukarela (membenarkan ajaran syirik dalam qalbu, menjalankannya dalam tindakan dan berusaha menegakkan atau menjaga ajaran syirik tersebut).

Kemusyrikan secara sosial/komunal (jama’ah atau bangsa) dijelaskan pada surat Ar-Rum/Roma 31-32:“janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah-belah din mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

Jadi fanatisme golongan/sektarian dengan berpecah belah dari ajaran Allah merupakan kemusyrikan yang besar karena melibatkan manusia secara sosial, antara lain dengan bermazhab-mazhab, berpartai-partai dengan tujuan kepentingan kelompok mereka sendiri dan menciptakan aturan-aturan sendiri (yang berlandaskan kepentingan kelompok tersebut). Keadaan ini menyebabkan disintegrasi antar manusia, kalaupun terjadi perdamaian yang ada adalah perdamaian semu, sehingga kehendak Allah pada manusia tidak bisa terlaksana karena kekacauan.

Tujuan diutusnya para Rasul adalah untuk mengintegrasikan kembali manusia dari kondisi berpecah belah, kembali menjadi Ummat yang Tauhid (satu) yaitu satu Azas/Prinsip (Rubbubiyah) , satu kekuasaan (Mulkiyah) dan satu ketaatan (Uluhiyah). Adapun Azas2 atau prinsip-prinsip tersebut telah ada pada alam semesta dan Kitab-kitab Allah yang pernah diturunkan sebagai sumber dari segala sumber hukum.

So, maksudnya apa? Okay, perhatikan isu mengenai Ahmadiyah. Pada link yang saya berikan, terdapat statement bahwa Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung pada tanggal 9 Juni 2008 telah mengeluarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) yang menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan bertentangan dengan agama Islam. Dan telah kita ketahui juga bahwa SKB ini terbukti tidak efektif dan banyak keluhan dari masyarakat dan komunitas lainnya yang menghendaki Presiden saat ini – SBY – untuk mengeluarkan perintah bahwa agama ini dilarang perkembangannya.

Lantas? Apakah sudah ada Keppres yang menjawab keluhan itu? Setau saya belum. Kenapa bung Presiden belum ngeluarin Keppres? Apa takut kehilangan suara untuk pemilu 2009 nanti? Lumayankan tuh bisa ngambil hati penganut Ahmadiyah untuk memilih anda kembali.

So, kita lihat siapa nanti yang jadi Presiden – walopun pertanyaan ini diberikan untuk Cawapres. Jika mereka gak mampu untuk menjaga kesucian agama Islam, bisa dikatakan mereka lebih takut kepada kehilangan kredibilitas kekuasaan dan politik daripada Allah SWT. Na’udzubillah… Artinya apa komandan? Ya jelaslah mereka penipu ulung…zzz…gimana sih lo pasukan. Loh kan ada UUD yang memastikan bahwa Indonesia menjaga kebebasan rakyatnya untuk memeluk agama? Hehehe, yup pintar sekali anda, pasukan! Lantas mana yang lebih suci dan lebih agung, Al-Quran atau UUD ‘45?

Debat Capres – Kongkret dan Abstrak – Di Sini JK Menang

Dapat dilihat dari jawaban atas pertanyaan yang dilempar oleh moderator. Masih dalam pandangan gw, Megawati cenderung “kehilangan arah” dalam menjawab pertanyaan. Selalu saja ia melontarkan kata-kata “konstitusi” di mana artinya ia seakan “berlindung” dibalik kebesaran nama Soekarno. Perjuangan bangsa kita untuk merdeka memang dilakukan dengan penuh semangat dan tumpah darah. Oleh karena itu wajar rasanya para pahlawan kita menitipkan amanat kepada generasi penerus yang tertuang dalam UUD 1945 dan UU lainnya. Maaf bu Mega, saya rasa anda belum memiliki metal petarung untuk perebutan kekuasaan presiden. Kenapa ya saya lebih merasakan anda cuma jadi korban “keki” coz para pesaing terdekat anda pada melaju menjadi capres. “Ah masa mereka ikut maju tapi gw gak? Gw kan partai besar…”. Jujur, gw lebih berharap si Prabowo yang jadi Capres nya.

Sedangkan SBY masih asik dengan gaya bicara doktor nya. Seakan para audiences dan panelis yang hadir merupakan para anak didiknya di ruang kelas. Jadi, wajar rasanya ia menggunakan kata-kata membelit dan diputar lagi. Toh para panelis diharapkan dapat mengerti kata-kata abstrak yang ia katakan. Woy,,, apaan neh? Mari kita lihat salah satu pertanyaan moderator yang berbunyi kurang lebih “Apa yang akan anda lakukan, langkah konkret apa yang akan anda lakukan untuk blablablablabla ?”. Lantas apa kata SBY? Saya akan melakukan hal A agar masalah A terpecahkan. Yee, orang pertanyaan yang sebenarnya adalah “apa yang akan anda lakukan untuk menghadirkan solusi bagi A?”. So, SBY gak berani memberikan langkah2 konkret. Takut salah ngomong atau takut birokrasi saat ini kali yak? Wkwkwkkw… Analoginya adalah dengan pertanyaan apa yang harus kita lakukan agar kita bisa menyeberangi sungai? Maka SBY menjawab kita perlu membuat jembatan. Zzzzzz…

Lain halnya dengan JK. Orang yang satu ini cenderung menjawab dengan spontan. Lihat dengan gaya dia bicara. Selalu spontan. Untuk pertanyaan yang sama dari saya, ia bakal menjawab dengan langkah-langkah yang lebih jelas dan konkret. Apa yang harus kita lakukan untuk menyeberangi sungai? JK akan mengatakan kita perlu kayu terlebih dahulu, kemudian tenaga ahli arsitektur jembatan, lalu kita atur penjadwalan pembangunan. Mulai dari cetak biru, blok per blok, tiang, hingga akhirnya aspal bila diperlukan. Ia juga berani mengambil resiko dengan Konversi Minyak Tanah Ke Gas. Pada saat melejitnya harga BBM waktu itu, dengan berani ia mengeluarkan kebijakan untuk segera melakukan perubahan dari konsumsi minyak tanah menjadi menggunakan gas. Minyak tanah sifatnya tidak dapat diperbaharui dan tentunya harganya lebih tinggi daripada gas yang dapat diperbaharui. Dan solusi ini sukses besar untuk mengurangi beban pengeluaran rakyat bawah yang mengantri minyak tanah.

Mitos Indonesia – Presiden Harus Orang Jawa

Grow up Indonesiaku. Jika mitos ini masih merajai, percaya deh kita bakal terus ketinggalan 10 tahun dibelakang Amerika. Amerika pada pemilu 2008 lalu berhasil mematahkan mitos bahwa presiden mereka harus orang berkulit putih dengan agama [apa gitu gw lupa, yang jelas aliran Christian – ada di Republika]. Terpilihnya Obama merupakan bentuk konkret bahwa mereka berhasil mematahkan mitos itu. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang cultural based. Pemimpin harus didasarkan pada kecakapan memerintah, skill, pengetahuan, mental, dan bukan didasari oleh kebudayaan darimana ia berasal. Pemilu 2009 kali ini adalah ujian bagi kita untuk menghadapi mitos Jawa ini (maaf,tidak untuk memprovokasi). Gw sama sekali gak mendiskreditkan calon presiden yang berasal dari Jawa. Jika ia memang berkualitas dan memimpin dengan gaya Meritokrasi, maka gw bakalan tepuk tangan. Two Thumbs Up For You. Tapi ternyata gw kecewa. Sepulangnya ia dari Amerika pada waktu itu, yang membahas masalah Soeharto – yang masuk dalam daftar pejabat negara yang melakukan korupsi, lantas apa yang ia katakan kepada rakyat Indonesia? Beranikah ia mengatakan “Hei Soeharto, kamu adalah koruptor tingkat tinggi dan harus diadili.” ? Ohhh, ya gw paham sekarang. Dalam kebudayaan masyarakat Jawa dikenal dengan suatu sebutan – gw lupa apa itu – namun intinya adalah Katakanlah hal yang baik dan simpanlah hal yang buruk. Hmmm, ya ya ya. Gw ngerti sekarang. Coward…

Pilihlah Pemimpin Yang Menjunjung Tinggi Agamanya

Dari ke tiga Capres dan Cawapres menurut pandangan gw mereka lolos semua dari filter yang ini. Namun, ada satu hal penting bagi kalangan Islam, khususnya perempuan bahwa mereka diwajibkan menutup aurat mereka. Nah, kalo udah ada backing seperti ini, gw berani nembak. Hahahahhaa. Walaupun ada yang mengatakan jika seorang perempuan sudah siap, maka diwajibkan baginya untuk mengenakan penutup aurat. Berarti kalau belum siap masih ditolerir. Sekarang, silahkan dilihat, khususnya perempuan, Istri siapakah dari para capres kita yang memakai Jilbab? Wkwkwkwk… Insya Allah, istri yang taat kepada ajaran agamanya akan memberikan berkah kepada keluarga dan suaminya. Dan Insya Allah keluarga tersebut akan diberkahi dalam memimpin negara. Hmmm, siape yaaaak?

Was was Untuk Pecinta Microsoft dan Proprietary Software lainnya

Apa yang dikatakan Prabowo bahwa uang kita banyak bocor di sana-sini untuk kepentingan asing, maka kita, khususnya para pekerja IT yang memanfaatkan teknologi Microsoft wajib khawatir. Walaupun kita membeli produk mereka secara legal atau asli, tetap saja uang nya lari ke Redmond, USA. Cuma sedikit yang tinggal di Indonesia, paling-paling cuma buat ngegaji para dedengkot Microsoft Indonesia. Hehehe… So, cukup khawatir juga neh jika Prabowo menjadi cawapres dan ia mengusulkan “GUNAKAN OPEN SOURCE”. Ciiiiiiaaaaaaaaaattttt…. Lahan kerja gw terancam punah. Gw segera pindah dari Indo… hahahhahaha.

Menjadi Raja di Wilayah Sendiri

Hmmm, slogan ini bukan main-main loh. Bayangkan, kita termasuk negara penghasil minyak bumi namun kita hanya menguasai kurang lebih 40%? 60% lainnya dikuasai oleh asing. Begitu pun tambang di Freeport, dan lain sebagainya. Hah!! Gimana kita mau kaya. Kayaknya para Capres dan Cawapres kita perlu diajarin maen game RTS – Real Time Strategy. Pada game RTS ini (gw demennya maen Stronghold Crusader, CNC, ama Rome Total War J), pemenang adalah perorangan / tim yang mampu memanfaatkan resource yang ada sebanyak mungkin. Kuasai tambang emas, besi, batu, pepohonan, ikan, dan lain sebagainya. Berikan sedikit persen untuk tetangga agar terciptanya transaksi. Sedangkan yang miskin (baca: tambang-tambangnya keburu dikuasai pemain lain) hanya bisa kalah. Dan ini terbukti. Jika kita gak bisa atau gak berani untuk menekan intervensi asing, jujur aja kita bakal jadi looser terus dalam RTS ini. Kwik Kian Gie pernah mengatakan bahwa seharusnya SBY lebih berani dalam menekan intervensi asing terhadap penguasaan tambang minyak bumi kita. Dengan begitu cadangan minyak kita akan terus terjaga. Lucu kan mendengar suatu wilayah kita yang mengalami kelangkaan BBM? Zzzzzz…

Well, paparan di atas adalah pemandangan subjektif dari gw. Oleh karena itu, gw masih mau menyajikan guyonan berikut (gw dapet dari global message via YM dari *****_kyutiez)

Mega, JK, SBY dan seorang siswa sekolah sedang berada dalam pesawat yg sedang mengalami gangguan mesin. Hanya ada 3 parasut tersedia dalam pesawat. Mega mengambil 1 tas parasut dan berkata : “Ladies first, saya satu2nya caalon presiden wanita disini, wong cilik menantikan saya !” lalu melompat keluar. JK cepat2 juga mengambil satu tas dan berkata : “Lebih cepat, lebih baik, siapa cepat, dia dapat, he he he ” lalu melompat keluar.

SBY : “Nak, engkau masih muda, masa depanmu masih cerah. Saya sudah berbakti untuk negara, rakyat sudah sejahtera dan tenang, meskipun saya masih tidak puas, namun kamu generasi muda penerus bangsa, lanjutkanlah ! Ambillah parasut terakhir. “

Si anak sekolah menjawab : “Pak SBY presidenku, masih ada cukup parasut untuk kita berdua, Pak JK tadi mengambil tas sekolah saya “

Okay, jadilah pemilih yang cerdas. Lanjutkan atau buat suasana baru. Masing-masing capres dan cawapres tidak terlepas dari kekurangan mereka di sana sini. Dan kita sebagai manusia setidaknya mampu mengambil ini semua untuk pembelajaran. Jangan jahit baju yang sobek dengan menyobek bagian baju yang lain. Akhir kata, semoga apa yang gw paparkan di atas mampu membuka wawasan anda sekalian – tetap gw tidak mengarahkan untuk memilih siapa karena apa yang gw paparkan adalah sekali lagi, subjektif. Bila ada perorangan atau kelompok yang merasa dirugikan, gw mohon maaf. Tapi please jangan diadukan dengan menjerat pke pasal UU ITE coz mereka adalah produk gagal…Wkwkwkwkk.

Hangatnya isu politik di negeri ini akhir-akhir ini salah satunya dipicu oleh Pemilu yang sebentar lagi akan diadakan. Salah satu media untuk memanaskannya adalah acara Debat yang dimediasikan oleh salah satu televisi swasta Indonesia, TV One. Debat yang berlangsung selama 3 putaran ini tidak hanya menghadirkan capres itu sendiri, namun cawapres nya juga ikut menjadi bagian. That’s great bagi saya karena kita jadi bisa lebih memahami perbedaan antara capres dan cawapres nya. Atau bahkan ada yang berani menarik kesimpulan bahwa capres A tidak cocok dengan cawapres A, ia cocok dengan cawapres B misalnya.

Namun, apa yang disajikan sungguh diluar ekspektasi masyarakat. Entah gak tau apa itu arti debat atau takut atau bahkan mendapat intervensi dari tim sukses tertentu, tapi yang jelas acara yang disajikan TV One tersebut tidak berhasil menyediakan debat yang bagus. Sejak SMA kita sudah diajari untuk berdebat. Yaitu menyampaikan sesuatu kepada umum (di kelas misalnya) dan mempertahankan argumentasi kita jika ada yang menanggapi nya. Proses mempertahankan argumentasi pun harus secara langsung dan tidak dimoderatori oleh moderator.

Apa yang disajikan oleh TV One sebagai media dan KPU sebagai penyelenggara tidaklah “kena” terhadap definisi debat itu sendiri. DE.BA.T atau DEngarkan, BAntah, Tanggapi benar-benar tidak terlihat sama sekali. Ketika si Mega menyampaikan argumen nya, seharusnya JK dan SBY langsung menanggapi sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Baik Mega, SBY, dan JK harus mempertahankan argumentasi mereka. Biarkan antara Megawati, SBY, dan JK atau Prabowo, Boediono, dan Wiranto saling berdebat secara langsung. Jangan ada pihak ke tiga yang menengahi atau membatasi “ruang gerak” mereka untuk menyampaikan pernyataan dan mempertahankannya.

Apa yang disajikan sama sekali tidak dapat membongkar perbedaan visi dan misi ketiga capres/cawapres nya. Baik capres ataupun cawapres seakan “diberi” kesempatan untuk menyusun kata-kata pemanis untuk menanggapi pernyataan “lawan” politiknya. Seorang penipu akan semakin mahir jika diberi kesempatan untuk berbicara. Ini lah gambaran yang setidaknya saya dapatkan. Lain halnya jika mereka berdebat secara langsung, mungkin akan terlihat pola pikir mereka yang sesungguhnya. Ingat, ketika seseorang tertekan dan panik, maka di sana lah ia akan terlihat lebih transparan dalam berkata.

Next Page »