Pergantian menteri / reshuffle 2011 Indonesia baru saja selesai. Ada wajah baru, ada juga yang berpindah posisi, tapi tampaknya semuanya kurang bertaji. Well, skip this politic session for a while…

Sepertinya Indonesia kekurangan para ahli. Tapi ternyata tidak sama sekali. Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Kemana mereka? Sebagian pergi ke luar negeri untuk penghasilan yang lebih baik. Sisanya tetap tinggal di Indonesia namun “enggan” untuk mengabdi lebih jauh. Namun kedua-duanya memiliki alasan yang relatif sama.
Bagi yang berpetualang ke luar negeri, tentu mereka mengerti bahwa mereka dihargai secara layak dan profesional sesuai dengan keahlian mereka. Sedangkan yang “enggan” mengabdi, mereka juga tak ingin keahlian mereka tidak dihargai secara layak, terlebih lagi jika mereka memiliki kualifikasi standar internasional.
Jadi, di mana setannya bersembunyi? Tampaknya ia bersembunyi di dalam pemerintahan. Pemerintahan yang tidak mengerti “harga” dari sebuah profesionalitas seseorang, tidak mengerti apa yang namanya investasi yang sesungguhnya, dan cenderung mengambil jalan pintas. Hasilnya? Perombakan kabinet yang asal-asalan!! Kekurangan ahli, mengisinya dengan yang tak pasti.
![]()
Jika saja dan hanya jika, para ahli kita dijamin oleh pemerintah, kreasi mereka pasti akan sangat memukau di negeri ini. Memang, para ahli pun bisa jatuh, tapi kalau mereka dipelihara dengan baik, kejatuhan itu tentu tidak berdampak buruk bagi performa mereka dan lainnya, atau bahkan generasi berikutnya yang mewarisi gen-gen yang ambisius dalam nilai-nilai profesionalisme.
Pertanyaannya sekarang, maukah pemerintah melakukannya? Berinvestasi terhadap kunci emas ini? Saya sendiri secara subjektif pesimis. Gimana nggak, guru-guru aja banyak yang gak diperhatikan, sekolah aja banyak yang kurang layak. Gimana bibit mereka (para ahli) bisa berkembang? So pasti mereka “lari” ke luar negeri dan bahkan memiliki keluarga di sana.
Tapi gak adil rasanya kalau hanya membicarakan keburukan setan. Sekarang, di mana para malaikatnya? Ironisnya, mereka adalah para invisible hero yang banyak bertebaran di negeri ini. Mereka adalah para ilmuwan, kreator, insinyur, seniman, serta bidang profesi lainnya yang tetap berkarya di negeri ini dan memiliki ambisi yang besar untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik namun terbentur dengan REGULASI PEMERINTAH yang disusun oleh YANG BUKAN AHLINYA.
Now we back to the politics session… No, skip this again, I’m better listening them below…


Lagi dan lagi, Indonesia bikin sensasi. Setelah bapak SBY terpilih kembali menjadi Presiden Indonesia periode 2009-2014, dengan bacotan-bacotan kampanye nya, kini ia pun bungkam setelah duit negara digelontorkan begitu saja untuk Bank Century sebesar 6,7 Trilyun rupiah dan kurang lebih 50 Milyar rupiah untuk pelantikan DPR dalam periode yang sama (periode 2004 hanya memakan 6-7 Milyar). Ironisnya, Tasikmalaya baru terkena gempa dan banyak korban yang berjatuhan. Dan yang lebih parah lagi, informasi yang baru saya terima pagi ini dari Pro 2 FM (9 September 2009), ada 2 orang ibu yang terpaksa ‘disandera’ oleh pihak Rumah Sakit karena tidak mampu untuk membayar biaya yang dibutuhkan untuk persalinan.
