Hahaha, dah kayak tim KPU aja gw. Tapi terlepas dari judul ini, berikut adalah hasil pemantauan gw dari debat yang diselenggarakan KPU yang dimediasikan oleh TV One. Hasil penelusuran juga gw ambil dari sumber-sumber lain termasuk penilaian gw sendiri. Jadi, bacaan berikut sifatnya adalah subjektif.
Debat Putaran Ke 2 Cawapres – Isu Agama
Ada pertanyaan yang diajukan oleh moderator yang mengangkat isu agama. Pertanyaannya kurang lebih yaitu “di manakah seharusnya agama itu diletakkan di dalam kancah politik? Apakah ia di bawah, di samping, atau di atas politik?”. Pertanyaan ini diajukan untuk 3 cawapres, yaitu Prabowo, Boediono, dan Wiranto. Nah, gw gak nge bahas jawaban mereka, tapi ada yang bisa kita tarik dari statement mereka semua yang pada setuju bahwa agama berada di atas segalanya. Okay, sekarang mari kita bedah!!
Jika mereka mengatakan agama itu harus diatas politik, berarti bisa dikatakan mereka lebih takut kepada Tuhan YME bukan? Nah, berhubung Capres dan Cawapres kita Islam semua (tanpa bermaksud mendiskreditkan agama lain, maaf), maka seharusnya mereka mengerti bahwa agama Islam sangat melarang adanya suatu tindakan yang disengaja terhadap pelecehan agama Islam, termasuk di antaranya Musyrik atau menyekutukan Allah SWT. Berikut adalah penjelasan dari Wikipedia:
Musyrik adalah orang yang melakukan dosa syirik (berasal dari kata syarikah : persekutuan) yaitu mempersekutukan atau membuat tandingan hukum atau ajaran lain selain dari ajaran/hukum Allah. Syirik adalah akhlak yang melampaui batas aturan dan bertentangan dengan prinsip tauhid yaitu dengan mengabdi, tunduk, taat secara sadar dan sukarela pada sesuatu ajaran / perintah selain dari ajaran Allah.
Dalam Islam, syirik adalah dosa yang tak bisa diampuni kecuali dengan pertobatan dan meninggalkan kemusyrikan sejauh-jauhnya. Kemusyrikan secara personal dilaksanakan dengan mengikuti ajaran2 selain ajaran Allah secara sadar dan sukarela (membenarkan ajaran syirik dalam qalbu, menjalankannya dalam tindakan dan berusaha menegakkan atau menjaga ajaran syirik tersebut).
Kemusyrikan secara sosial/komunal (jama’ah atau bangsa) dijelaskan pada surat Ar-Rum/Roma 31-32:janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah-belah din mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
Jadi fanatisme golongan/sektarian dengan berpecah belah dari ajaran Allah merupakan kemusyrikan yang besar karena melibatkan manusia secara sosial, antara lain dengan bermazhab-mazhab, berpartai-partai dengan tujuan kepentingan kelompok mereka sendiri dan menciptakan aturan-aturan sendiri (yang berlandaskan kepentingan kelompok tersebut). Keadaan ini menyebabkan disintegrasi antar manusia, kalaupun terjadi perdamaian yang ada adalah perdamaian semu, sehingga kehendak Allah pada manusia tidak bisa terlaksana karena kekacauan.
Tujuan diutusnya para Rasul adalah untuk mengintegrasikan kembali manusia dari kondisi berpecah belah, kembali menjadi Ummat yang Tauhid (satu) yaitu satu Azas/Prinsip (Rubbubiyah) , satu kekuasaan (Mulkiyah) dan satu ketaatan (Uluhiyah). Adapun Azas2 atau prinsip-prinsip tersebut telah ada pada alam semesta dan Kitab-kitab Allah yang pernah diturunkan sebagai sumber dari segala sumber hukum.
So, maksudnya apa? Okay, perhatikan isu mengenai Ahmadiyah. Pada link yang saya berikan, terdapat statement bahwa Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung pada tanggal 9 Juni 2008 telah mengeluarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) yang menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan bertentangan dengan agama Islam. Dan telah kita ketahui juga bahwa SKB ini terbukti tidak efektif dan banyak keluhan dari masyarakat dan komunitas lainnya yang menghendaki Presiden saat ini – SBY – untuk mengeluarkan perintah bahwa agama ini dilarang perkembangannya.
Lantas? Apakah sudah ada Keppres yang menjawab keluhan itu? Setau saya belum. Kenapa bung Presiden belum ngeluarin Keppres? Apa takut kehilangan suara untuk pemilu 2009 nanti? Lumayankan tuh bisa ngambil hati penganut Ahmadiyah untuk memilih anda kembali.
So, kita lihat siapa nanti yang jadi Presiden – walopun pertanyaan ini diberikan untuk Cawapres. Jika mereka gak mampu untuk menjaga kesucian agama Islam, bisa dikatakan mereka lebih takut kepada kehilangan kredibilitas kekuasaan dan politik daripada Allah SWT. Na’udzubillah… Artinya apa komandan? Ya jelaslah mereka penipu ulung…zzz…gimana sih lo pasukan. Loh kan ada UUD yang memastikan bahwa Indonesia menjaga kebebasan rakyatnya untuk memeluk agama? Hehehe, yup pintar sekali anda, pasukan! Lantas mana yang lebih suci dan lebih agung, Al-Quran atau UUD ‘45?
Debat Capres – Kongkret dan Abstrak – Di Sini JK Menang
Dapat dilihat dari jawaban atas pertanyaan yang dilempar oleh moderator. Masih dalam pandangan gw, Megawati cenderung “kehilangan arah” dalam menjawab pertanyaan. Selalu saja ia melontarkan kata-kata “konstitusi” di mana artinya ia seakan “berlindung” dibalik kebesaran nama Soekarno. Perjuangan bangsa kita untuk merdeka memang dilakukan dengan penuh semangat dan tumpah darah. Oleh karena itu wajar rasanya para pahlawan kita menitipkan amanat kepada generasi penerus yang tertuang dalam UUD 1945 dan UU lainnya. Maaf bu Mega, saya rasa anda belum memiliki metal petarung untuk perebutan kekuasaan presiden. Kenapa ya saya lebih merasakan anda cuma jadi korban “keki” coz para pesaing terdekat anda pada melaju menjadi capres. “Ah masa mereka ikut maju tapi gw gak? Gw kan partai besar…”. Jujur, gw lebih berharap si Prabowo yang jadi Capres nya.
Sedangkan SBY masih asik dengan gaya bicara doktor nya. Seakan para audiences dan panelis yang hadir merupakan para anak didiknya di ruang kelas. Jadi, wajar rasanya ia menggunakan kata-kata membelit dan diputar lagi. Toh para panelis diharapkan dapat mengerti kata-kata abstrak yang ia katakan. Woy,,, apaan neh? Mari kita lihat salah satu pertanyaan moderator yang berbunyi kurang lebih “Apa yang akan anda lakukan, langkah konkret apa yang akan anda lakukan untuk blablablablabla ?”. Lantas apa kata SBY? Saya akan melakukan hal A agar masalah A terpecahkan. Yee, orang pertanyaan yang sebenarnya adalah “apa yang akan anda lakukan untuk menghadirkan solusi bagi A?”. So, SBY gak berani memberikan langkah2 konkret. Takut salah ngomong atau takut birokrasi saat ini kali yak? Wkwkwkkw… Analoginya adalah dengan pertanyaan apa yang harus kita lakukan agar kita bisa menyeberangi sungai? Maka SBY menjawab kita perlu membuat jembatan. Zzzzzz…
Lain halnya dengan JK. Orang yang satu ini cenderung menjawab dengan spontan. Lihat dengan gaya dia bicara. Selalu spontan. Untuk pertanyaan yang sama dari saya, ia bakal menjawab dengan langkah-langkah yang lebih jelas dan konkret. Apa yang harus kita lakukan untuk menyeberangi sungai? JK akan mengatakan kita perlu kayu terlebih dahulu, kemudian tenaga ahli arsitektur jembatan, lalu kita atur penjadwalan pembangunan. Mulai dari cetak biru, blok per blok, tiang, hingga akhirnya aspal bila diperlukan. Ia juga berani mengambil resiko dengan Konversi Minyak Tanah Ke Gas. Pada saat melejitnya harga BBM waktu itu, dengan berani ia mengeluarkan kebijakan untuk segera melakukan perubahan dari konsumsi minyak tanah menjadi menggunakan gas. Minyak tanah sifatnya tidak dapat diperbaharui dan tentunya harganya lebih tinggi daripada gas yang dapat diperbaharui. Dan solusi ini sukses besar untuk mengurangi beban pengeluaran rakyat bawah yang mengantri minyak tanah.
Mitos Indonesia – Presiden Harus Orang Jawa
Grow up Indonesiaku. Jika mitos ini masih merajai, percaya deh kita bakal terus ketinggalan 10 tahun dibelakang Amerika. Amerika pada pemilu 2008 lalu berhasil mematahkan mitos bahwa presiden mereka harus orang berkulit putih dengan agama [apa gitu gw lupa, yang jelas aliran Christian – ada di Republika]. Terpilihnya Obama merupakan bentuk konkret bahwa mereka berhasil mematahkan mitos itu. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang cultural based. Pemimpin harus didasarkan pada kecakapan memerintah, skill, pengetahuan, mental, dan bukan didasari oleh kebudayaan darimana ia berasal. Pemilu 2009 kali ini adalah ujian bagi kita untuk menghadapi mitos Jawa ini (maaf,tidak untuk memprovokasi). Gw sama sekali gak mendiskreditkan calon presiden yang berasal dari Jawa. Jika ia memang berkualitas dan memimpin dengan gaya Meritokrasi, maka gw bakalan tepuk tangan. Two Thumbs Up For You. Tapi ternyata gw kecewa. Sepulangnya ia dari Amerika pada waktu itu, yang membahas masalah Soeharto – yang masuk dalam daftar pejabat negara yang melakukan korupsi, lantas apa yang ia katakan kepada rakyat Indonesia? Beranikah ia mengatakan “Hei Soeharto, kamu adalah koruptor tingkat tinggi dan harus diadili.” ? Ohhh, ya gw paham sekarang. Dalam kebudayaan masyarakat Jawa dikenal dengan suatu sebutan – gw lupa apa itu – namun intinya adalah Katakanlah hal yang baik dan simpanlah hal yang buruk. Hmmm, ya ya ya. Gw ngerti sekarang. Coward…
Pilihlah Pemimpin Yang Menjunjung Tinggi Agamanya
Dari ke tiga Capres dan Cawapres menurut pandangan gw mereka lolos semua dari filter yang ini. Namun, ada satu hal penting bagi kalangan Islam, khususnya perempuan bahwa mereka diwajibkan menutup aurat mereka. Nah, kalo udah ada backing seperti ini, gw berani nembak. Hahahahhaa. Walaupun ada yang mengatakan jika seorang perempuan sudah siap, maka diwajibkan baginya untuk mengenakan penutup aurat. Berarti kalau belum siap masih ditolerir. Sekarang, silahkan dilihat, khususnya perempuan, Istri siapakah dari para capres kita yang memakai Jilbab? Wkwkwkwk… Insya Allah, istri yang taat kepada ajaran agamanya akan memberikan berkah kepada keluarga dan suaminya. Dan Insya Allah keluarga tersebut akan diberkahi dalam memimpin negara. Hmmm, siape yaaaak?
Was was Untuk Pecinta Microsoft dan Proprietary Software lainnya
Apa yang dikatakan Prabowo bahwa uang kita banyak bocor di sana-sini untuk kepentingan asing, maka kita, khususnya para pekerja IT yang memanfaatkan teknologi Microsoft wajib khawatir. Walaupun kita membeli produk mereka secara legal atau asli, tetap saja uang nya lari ke Redmond, USA. Cuma sedikit yang tinggal di Indonesia, paling-paling cuma buat ngegaji para dedengkot Microsoft Indonesia. Hehehe… So, cukup khawatir juga neh jika Prabowo menjadi cawapres dan ia mengusulkan “GUNAKAN OPEN SOURCE”. Ciiiiiiaaaaaaaaaattttt…. Lahan kerja gw terancam punah. Gw segera pindah dari Indo… hahahhahaha.
Menjadi Raja di Wilayah Sendiri
Hmmm, slogan ini bukan main-main loh. Bayangkan, kita termasuk negara penghasil minyak bumi namun kita hanya menguasai kurang lebih 40%? 60% lainnya dikuasai oleh asing. Begitu pun tambang di Freeport, dan lain sebagainya. Hah!! Gimana kita mau kaya. Kayaknya para Capres dan Cawapres kita perlu diajarin maen game RTS – Real Time Strategy. Pada game RTS ini (gw demennya maen Stronghold Crusader, CNC, ama Rome Total War J), pemenang adalah perorangan / tim yang mampu memanfaatkan resource yang ada sebanyak mungkin. Kuasai tambang emas, besi, batu, pepohonan, ikan, dan lain sebagainya. Berikan sedikit persen untuk tetangga agar terciptanya transaksi. Sedangkan yang miskin (baca: tambang-tambangnya keburu dikuasai pemain lain) hanya bisa kalah. Dan ini terbukti. Jika kita gak bisa atau gak berani untuk menekan intervensi asing, jujur aja kita bakal jadi looser terus dalam RTS ini. Kwik Kian Gie pernah mengatakan bahwa seharusnya SBY lebih berani dalam menekan intervensi asing terhadap penguasaan tambang minyak bumi kita. Dengan begitu cadangan minyak kita akan terus terjaga. Lucu kan mendengar suatu wilayah kita yang mengalami kelangkaan BBM? Zzzzzz…
Well, paparan di atas adalah pemandangan subjektif dari gw. Oleh karena itu, gw masih mau menyajikan guyonan berikut (gw dapet dari global message via YM dari *****_kyutiez)
Mega, JK, SBY dan seorang siswa sekolah sedang berada dalam pesawat yg sedang mengalami gangguan mesin. Hanya ada 3 parasut tersedia dalam pesawat. Mega mengambil 1 tas parasut dan berkata : “Ladies first, saya satu2nya caalon presiden wanita disini, wong cilik menantikan saya !” lalu melompat keluar. JK cepat2 juga mengambil satu tas dan berkata : “Lebih cepat, lebih baik, siapa cepat, dia dapat, he he he ” lalu melompat keluar.
SBY : “Nak, engkau masih muda, masa depanmu masih cerah. Saya sudah berbakti untuk negara, rakyat sudah sejahtera dan tenang, meskipun saya masih tidak puas, namun kamu generasi muda penerus bangsa, lanjutkanlah ! Ambillah parasut terakhir. “
Si anak sekolah menjawab : “Pak SBY presidenku, masih ada cukup parasut untuk kita berdua, Pak JK tadi mengambil tas sekolah saya “
Okay, jadilah pemilih yang cerdas. Lanjutkan atau buat suasana baru. Masing-masing capres dan cawapres tidak terlepas dari kekurangan mereka di sana sini. Dan kita sebagai manusia setidaknya mampu mengambil ini semua untuk pembelajaran. Jangan jahit baju yang sobek dengan menyobek bagian baju yang lain. Akhir kata, semoga apa yang gw paparkan di atas mampu membuka wawasan anda sekalian – tetap gw tidak mengarahkan untuk memilih siapa karena apa yang gw paparkan adalah sekali lagi, subjektif. Bila ada perorangan atau kelompok yang merasa dirugikan, gw mohon maaf. Tapi please jangan diadukan dengan menjerat pke pasal UU ITE coz mereka adalah produk gagal…Wkwkwkwkk.