Iklan politik dengan harga jutaan rupiah telah lama kita lihat sejak diberlakukannya masa kampanye pemilu 2009. Ada yang mengusung tema kenyataan lapangan (Prabowo Subianto is the best, JK nangkring di posisi 2), ada yang mengusung tema Lanjutkan (Absolutely, SBY is number One), dan ada juga yang mengusung tema optimasi produk dalam negeri (Lagi, JK dan Prabowo are the winners). Well, mereka menyajikan iklan tersebut sesuai tujuan politik mereka. Tidak dapat kita salahkan.
Namun, harap perhatikan iklan yang berbau busuk dan sesat menipu rakyat. Harap perhatikan kata-kata yang digunakan. Jangan nyampe kita mencret ke dua kalinya gara-gara termakan iklan dan pemanis kata-kata (serius, kalo gw disuruh ngerangkai kata-kata atau narasi iklannya, gw lebih baik dari si narator saat ini). Tanpa bermaksud menjelekkan nama baik seseorang atau sekelompok orang (atut ah ama UU ITE yang masih cacat
), simak penelusuran gw berikut ini:
N.B: awas terpancing dengan kata-kata gw. Apa yang gw tulis di sini adalah subjektif. So, jangan dijadikan landasan untuk banting setir (apa siiih?).
…Mengabdi Tidak Untuk Memperkaya Diri…
Awas, kata-kata ini mengandung tingkat kadar gula yang cukup tinggi. Perhatikan rumah Cikeas. Berapa duit yak itu??
…Datang dari kalangan rakyat seperti kebanyakan kita…
Nah, perhatikan kata-kata datang dari kalangan rakyat dan kita. Ketika si narator mengatakan kata-kata gula ini, perhatikan gambar yang disajikan. Apa tuh? Rumah pendopo? Hmmm, kira-kira rakyat tipe apa yak yang rumahnya berbentuk pendopo? Grrrr… (si singa siap menerkam)
…BBM diturunkan 3 kali…
Astaga… Pembodohan publik besar-besaran ini namanya. Hello pak Presiden ku sayang (lebai dikit ah biar gak dijerat UU ITE), itu harga BBM turun kan karena memang harga minyak dunia mengalami penurunan. Emangnya ente yang ngatur harga minyak dunia? Kalo iya, gw tepuk tangan. Nah, ini kan ente cuma kena imbasnya aja. Kemana angin berhembus kesitulah pucuk daun mengarah (bener gak sih ini pribahasa??). Jadi, jangan dijadikan power untuk memperkuat image anda di depan rakyat. Ciiiih… Semoga anggaran APBN untuk pendidikan yang gosipnya 20% itu akan mampu membuat anda terpeleset sendiri lantaran rakyatnya semakin pintar dalam mengolah statement politik. Saran gw buat kita semua, belajar lah kepada para pujangga karena mereka dapat menyingkap makna tersirat dari suatu pernyataan. Trust me!! Hahahaha
Posting ini akan terus di update begitu gw nemuin lagi iklan-iklan sampah seperti di atas hingga pemilu usai. Sementara itu, baca juga yang ini.